Minggu, 06 Juni 2010

Neoliberalisme

Neoliberalisme

Istilah neolib ini sebenarnya mulai muncul ketika Pinochet menjadi penguasa Cile 73-90. Saat itu neoliberalisme memunculkan watak ideologis hasil persekutuan antara kediktatoran dan pasar bebas dalam coraknya yang ekstrem.
Garis besarnya gini : setiap usaha mengatur, menata (membangun tatanan sosial) selalu mengandung resiko pembatasan kebebasan warga negara. Inilah yang sangat dihindari oleh liberalisme. Liberalisme Klasik menghendaki bahwa kegiatan ekonomi digerakkan bukan oleh komando pengaturan atau penataan, tetapi oleh harga yang dihasilkan dari perimbangan suply dan demand.
Kemudian liberalisme memperoleh tambahan kata neo yang artinya baru. Apanya yang baru ? Yang baru adalah tambahan ruang operasinya. Kalau secara klasik liberalisme beroperasi di ruang ekonomi saja, tetapi ketika mendapat awalan neo maka ia beroperasi juga di ruang politik, hukum, budaya dan sebagainya. Dalam liberalisme klasik manusia itu diyakini sebagai homo economicus atau makhluk ekonomi dalam kegiatan ekonomi saja, tetapi dalam neoliberalisme manusia diperlakukan sebagai makhluk ekonomi tidak saja dalam bidang ekonomi tetapi juga bidang-bidang yang lain. Bidang termaksud meliputi pendidikan, kesehatan, hukum, dan berbagai prasarana publik lainnya menjadi fokus perhatian neoliberal untuk diorientasikan kepada peningkatan daya saing industri dalam negeri untuk bisa bersaing di pasar global.
Intinya bahwa, neoliberalisme berbicara mengenai campur tangan pemerintah dalam masalah perekonomian negara. Jika liberalisme mengharamkan campurtangan pemerintah, maka neoliberalisme justru secara moderat memerlukan campurtangan untuk menanggulangi kegagalan pasar dan meningkatkan daya saing perdagangan internasional. Campur tangan terkait hal ini bisa saja berupa peningkatan kualitas pendidikan dan kegiatan litbang, demi pengembangan kemampuan teknologi nasional. Juga peningkatan sarana transportasi baik udara, laut, dan daratan yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong dan memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar